Description
Riza Almanfaluthi
Riza Almanfaluthi membagikan sepenggal kisah hidupnya saat memulai penugasannya di Tapaktuan, Aceh Selatan. Sebuah penugasan yang mampu mengubah Riza dan caranya memandang dunia.
Dunia itu tidak bekerja sesuai keinginan manusia. Dunia memiliki aturannya sendiri. Terutama soal resah dan bahagia yang senantiasa singgah dalam setiap episode kehidupan manusia. Ada simpul yang bisa ditarik, jangan pernah berhenti berharap ketika resah itu datang: ada cahaya di ujung terowongan. Jangan pula terlena saat ketenangan dan kebahagiaan dirasakan, sesungguhnya resah dan bahagia itu dipergilirkan.
Buku ini tidak sekadar bacaan ringan yang mengumpulkan tulisan dan menyodorkannya mentah-mentah kepada para pembaca. Riza membaca kembali, menyusun ulang, serta memastikan konteksnya benar dan kronologis, tidak pula sebagai parade narsisme.
Uniknya, Riza berusaha keras untuk mengaitkan perjalanan hidup yang diceritakan dengan episode kesejarahan dari hasil riset. Ini kombinasi tepat agar pembaca tidak merasa membuang-buang waktu membaca buku ini. Apalagi buku ini menyediakan pit stop di setiap akhir bab untuk memberi kesempatan kepada pembaca untuk udar rasa.
Maka itu, Riza ingin buku ini menjadi mata air kearifan untuk pembaca. Selalu ada yang dibawa dan direnungkan usai membacanya. Sekaligus mengabarkan ke seluruh penjuru bahwa Riza adalah manusia karena—di salah satu etape kehidupannya, etape ketiga—ia menderita Sindrom Kursi Belakang.






Reviews
There are no reviews yet.